Ide Membuat Film Dokumenter

Posted: September 3, 2010 in Uncategorized

Ide Membuat Film Dari mana kita mendapatkan ide ? Dalam pelatihan-pelatihan pembuatan film, seringkali muncul pertanyaan. Dari mana ide bisa didapat ? Kecenderungan jawaban yang berkembang adalah dari mana saja. Keluarga, kawan, musik, baca buku dan lain sebagainya.

Memang pendapat ini tidaklah salah, sebab kita memang bisa mendapatkan ide dari manapun. Namun kalau seorang pembuat film ditanya, dari mana dia mendapatkan idenya, maka ada jawaban menarik dari beberapa pembuat filmnya, yaitu dari kesehariannya. Dikarenakan permasalahan-permasalahan yang ada di dirinyalah yang dia pahami.

Benar sekali, bahwa dalam membuat film – terutama yang baru memulai ā€“ akan lebih baik adalah sesuatu yang dekat dengan si pembuatnya, karena sesungguhnya ada tiga tigkatan dalam memahami sesuatu :

1. Tahu

Ini adalah tingkatan yang paling rendah, sebab kita hanya sekedar mengetahui sesuatu dan biasanya hanya permukaannya saja.

2. Kenal.

Tingkatan yang biasanya, sesuatu itu telah kita ketahui lebih dalam namun terkadang masih banyak juga informasi yang belum diketahui.

3. Paham.

Sesuatu sudah kita ketahui sampai seluk-beluknya sehingga si pembuat sudah sangat dekat dengan permasalahan tersebut.

Contohnya : Informasi tentang Gang Langgar.

1. Tahu

Bedul tahu letak Gang Langgar, misalnya dekat stasiun atau sebelah Bank Clurut.

2. Kenal

Bedul kenal letak Gang Langgar, misalnya dekat stasiun, banyak tukang becak mangkal, jalan tersebut satu arah dan banyak anak-anak bermain.

3. Paham

Bedul paham letak Gang Langgar, misalnya dekat stasiun, banyak tukang becak mangkal, jalan tersebut satu arah, banyak anak-anak bermain, kalau malam mesin motor yang lewat harus dimatikan, gang paling aman di daerah itu, dibangun oleh H. Kubil dan lain sebagainya.

Intinya, bila ingin mulai membuat film ā€“ baik film cerita maupun film dokumenter ā€“ sebaiknya mulailah mencari ide dari sesuatu yang dekat dengan pembuatnya. Hal yang paling mudah adalah kamar, rumah, tetangga, lingkungan dst. Selain melatih kepekaan dalam menghadirkan ceritanya, juga memudahkan kita dalam menyediakan dan memperlihatkan elemen-elemen visualnya.

Lalu bagaimana bila kita ingin membuat film yang idenya hanya sesuatu yang menarik kita. Cara satu-satunya adalah dengan melakukan riset terhadap ide tersebut. Riset ini tidak harus seperti para peneliti, walalupun kalau kita melakukannya seperti peneliti juga akan lebih baik. Riset di sini maksudnya adalah kita menggali informasi sebanyak dan sedalam mungkin sehingga pembuatnya dapat memahami permasalahannya. Oleh karena itu bila ingin membuat film dari ide yang kita tahu saja pastinya akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari perkiraan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s