Membedakan Dokumenter

Posted: September 1, 2010 in Uncategorized

Bagaimana membedakan film dokumenter dengan film atau tayangan audio-visual yang lain di mana tayangan tersebut dianggap mirip atau bahkan dianggap sama. Misalnya beda dokumenter dengan film dokumentasi dan jurnalistik televisi.

Banyak orang ketika mengucapkan sebuah pernyataan,”film kamu ini dokumentasi, bukan dokumenter!” Lalu ketika ditanya perbedaannya, mereka ‘clegukan’ tidak bisa menjelaskan.

1. Persamaan

Persamaan antara dokumenter, dokumentasi dan jurnalistik televisi adalah objeknya. Artinya bahwa apa yang menjadi pembahasan, perekaman dan pengamatannya adalah segala macam hal yang bersifat faktual dan juga aktual.

2. Perbedaan

a. Film Dokumentasi adalah sebuah perekaman gambar dan suara yang hanya merekam kejadian faktual dan aktual tanpa ada pretensi apapun terutama penceritaan. Intinya hanya sekedar merekam belaka tanpa ada ‘embel-embel’ tertentu. Bahkan terkadang dokumentasi tidak melalui proses editing, yang ada hanya melalui proses cutting (potong-sambung) yang tujuannya untuk memperpendek durasi. Dengan kata lain, dokumentasi tidak memiliki ideologi yang ingin disebarkan kepada penontonnya.

b. Junalistik Televisi adalah sebuah tayangan yang menggunakan perekaman gambar dan suara yang faktual, namun biasanya tayangan tersebut sudah melalui unsur editing untuk disesuaikan dengan naskah pemberitaan. Jadi dalam jurnalistik televisi sudah ada ideologi dan tujuannya, artinya biasanya saat merekam sudah terjadi pemilihan / seleksi gambar dan suara, tentu saja yang sesuai dengan ideologi dan tujuan tayangan tersebut.

c. Film Dokumenter adalah sebuah film yang menggunakan perekaman gambar dan suara yang faktual dan aktual. Film tipe ini juga memiliki tujuan dan ideologi, sehingga seringkali dikaitkan dengan jurnalistik. Namun apa yang membedakan antara dokumenter dengan tipe audio-visual lainnya adalah story-telling (penceritaan) di mana jurnalistik dan dokumentasi tidak memilikinya.

Dengan demikian, misalkan ada sebuah pernikahan seorang kawan, yang awalnya di benak kita langsung menganggapnya akan menjadi  dokumentasi, maka hal itu bisa saja menjadi  film dokumenter ataupun laporan jurnalistik televisi tergantung apakah hanya berhenti pada pelaporan jurnlistik dengan tujuan tertentu atau ada penceritaannya yang mendalam sehingga menjadi sebuah film dokumenter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s